Translate

Visitor

Labels

Anda Pelupa? Konsumsilah 7 Makanan Pendongkrak Daya Ingat Ini!

Anda masih muda tapi sudah sangat pelupa? Wah, kalau begitu artikel dibawah ini dapat membantu Anda!
Setiap orang ingin memiliki daya ingat yang tajam. Semakin Anda bertambah usia, sangat penting bagi untuk memperhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi untuk menjaga kemampuan mental. Untungnya, 7 makanan dibawah ini dapat membantu meningkatkan memori Anda.
1. Walnut
Walnuts atau kenari sering dianggap sebagai makanan bagi otak. Bukan hanya karena bentuknya yang seperti otak, tapi karena walnut juga merupakan sumber asam alfalinolenat yang sangat baik, yaitu jenis lemak omega 3 yang digunakan tubuh untuk membuat DHA yang diperlukan untuk meningkatkan memori. Walnut juga mengandung antioksidan yang disebut asam ellagic, yang membantu melindungi otak dari kerusakan radikal bebas.
2. Minyak kelapa
Minyak kelapa adalah jenis makanan sempurna karena mengandung asam lemak rantai menengah yang berlimpah. Kandungan ini merupakan sumber energi yang luar biasa bagi otak. Gunakan sekitar 20 ml minyak kelapa perhari untuk untuk ditambahkan pada minuman atau dicampurkan pada yoghurt Anda. Minyak kelapa juga sehat jika digunakan untuk memasak asalkan Anda tidak memasaknya dengan suhu yang tinggi karena akan merubahnya menjadi lemak trans.
3. Telur
Telur adalah salah satu makanan terbaik penghasil kolin, yaitu nutrisi penting yang digunakan untuk memproduksi asetilkolin, suatu neurotransmitter yang membantu dalam peningkatan memori.
4. Teh hijau
Masyarakat di Cina telah lama percaya bahwa minum teh hijau baik untuk daya ingat. Ini dikarenakan teh hijau alami banyak mengandung zat kimia EGCG (epigallocatechin gallate-3), yang merupakan antioksidan kuat. Menurut penelitian yang dikeluarkan oleh Molecular Nutrition & Food Research, EGCG bermanfaat untuk memerangi penyakit degeneratif yang berkaitan dengan usia, termasuk meningkatkan fungsi kognitif dan memori. Minum 3 cangkir teh hijau organik setiap hari untuk mendorong kemampuan daya ingat Anda.
5. Rosemary
Secara tradisional, rosemary telah digunakan untuk meningkatkan memori. Minyak esensial rosemary juga sering digunakan dalam aromaterapi yang berfungsi untuk meningkatkan memori dengan mengurangi kecemasan dan menurunkan kadar kortisol.
6. Minyak ikan
Salmon, sardin, dan ikan berminyak lainnya kaya akan DHA (docosahaexaenoidacid), jenis asam lemak omega 3 yang berperan penting mengoptimalkan kinerja otak dan memori. Minyak ikan ini akan menjaga selaput sel otak menjadi fleksibel sehingga pesan memori dapat mengalir dengan mudah melalui sel-sel. Makan ikan tiga kali seminngu dan mengonsumsi minyak ikan yang berkualitas baik akan membantu meningkatkan memori Anda.
7. Buah beri
Makan lebih banyak buah! Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam Annals of Neurology, wanita yang memiliki asupan tinggi buah dalam diet mereka akan mengalami tingkat kehilangan memori yang lebih lambat. Buah beri mengandung anthocyanidins dan flavonoid yang tinggi. Masing-masing berkaitan dengan penurunan kognitif tingkat rendah. Konsumsilah setengah cangkir blueberry atau 1 cangkir stroberi setiap minggu. Semakin banyak buah yang dimakan, semakin baik.
So, bagi Anda yang pelupa, mulai sekarang pastikan Anda mengonsumsi makanan diatas ya! Selamat mencoba. (the)


sumber disini

Penyebab Bayi Tiba-tiba Berhenti Bernapas

http://l1.yimg.com/dh/ap/default/130620/392ts_baby_sleeping.jpg

Oleh: Marmi Panti Hidayah

Salah satu mimpi buruk orangtua yang mungkin saja terjadi adalah saat bayinya yang baru lahir beberapa hari menderita kesulitan bernapas, bahkan berhenti bernapas sama sekali. Apa penyebabnya dan bagaimana pertolongan pertama yang mesti dilakukan?

Dokter spesialis anak dari RS Bethesda Yogyakarta, Dr.d r. Fx Wikan Indrarto, spA, mengatakan, kesulitan bernapas pada bayi yang baru lahir pada umumnya disebabkan fungsi paru-paru yang belum sempurna. Ini paling sering dijumpai pada bayi lahir terlalu awal atau biasa disebut bayi prematur.

“Selain itu, ada penyebab lain seperti infeksi paru-paru, sumbatan jalan napas karena tersedak, cacat bawaan, ataupun gangguan pusat pengaturan pernapasan di otak. Hal itu dapat terjadi meskipun tidak terlalu sering,” urai Doktor Ilmu Kedokteran Klinik ini.

Berikut adalah bayi yang berisiko mengalami kesulitan bernapas;

•    Bayi prematur atau bayi yang lahir terlalu awal (usia kehamilan kurang dari normal).
•    Bayi dengan BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat rendah, di mana berat badan bayi kurang dari 1500 gr).
•    Bayi baru lahir mengalami infeksi (sepsis neonatal).
•    Bayi yang dilahirkan melalui persalinan risiko tinggi (persalinan dengan tindakan obstetrik dan tidak spontan).
•    Bayi dengan cacat bawaan kompleks.

Menurut dokter Wikan, kasus  kesulitan bernapas pada bayi sebenarnya masih dapat dicegah. Dalam kasus bayi prematur misalnya, pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian obat kortikosteroid pada ibu menjelang proses persalinan.

Apabila bayi telanjur lahir, lanjutnya, pemberian terapi pendukung (supportif) harus segera dilakukan.

“Terapi yang dimaksud misalnya, dengan pemberian oksigen murni, surfaktan untuk mempercepat pematangan paru-paru, alat bantu napas mekanik dan beberapa obat pemicu gerakan pernapasan,” jelas dokter Wikan. Bentuk pencegahan lain tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Agar bayi segera mendapat pertolongan, orangtua perlu mengenali gejala bayi sulit bernapas. Berikut adalah gejala kesulitan bernapas pada bayi yang baru lahir seperti disampaikan dr. Wikan:
- Frekuensi napas yang cepat bahkan lebih dari 70 kali per menit.
- Terdapat tarikan dinding dada ke dalam (retraksi), yang terlihat di otot sela iga (intercostal), bawah iga (subcostal) atau atas tulang dada (suprasternal).

“Bayi baru lahir sulit bernapas juga dapat dilihat dari adanya napas cuping hidung, yaitu lubang hidung terlihat bergerak-gerak sesuai irama napas,” ujar dr. Wikan.

Bagi orangtua yang bayinya sulit bernapas, tak perlu panik. Namun, setiap bayi yang mengalami henti napas, harus segera mendapat pertolongan yang memungkinkan oksigen masuk dan bayi berusaha bernapas spontan kembali.

Berikut adalah pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika bayi memperlihatkan gejala sulit bernapas:

•    Bersihkan jalan napas dari kotoran, susu ataupun lendir
•    Berikan oksigen murni dan lakukan resusitasi jantung paru.
•    Jika kondisi tidak segera membaik, bayi harus mendapatkan bantuan pernapasan menggunakan alat bantu napas mesin elektrik (ventilator), lakukan koreksi kelainan cairan tubuh dan keseimbangan elektrolit, serta pemberian obat-obat lain sesuai kebutuhan.
•    Pemberian surfaktan yang dapat mematangkan fungsi paru-paru yang masih prematur.



sumber : http://id.she.yahoo.com/penyebab-bayi-tiba-tiba-berhenti-bernapas-063840729.html

Autisme, Penyakit atau Sifat?

Penderita autisme biasanya menghindari orang dan sulit mengerti perasaan. Para periset kini meneliti, apa yang normal dan apa yang merupakan gangguan pada seorang penderita autisme.
John, 12 tahun, adalah penderita autisme sejak usia balita. Dia tidak bisa menulis, berbicara dan mengerti. Perilakunya seperti anak usia satu atau dua tahun. Penderita autisme semacam ini tidak memiliki mimik dan sulit untuk mengerti perasaan. Kebanyakan hanya mengulangi ritual yang selalu sama dalam kesehariannya.
Illustration - Ein fünfjähriger Junge sitzt allein auf einer Schaukel auf einem Abenteuerspielplatz in Berlin, aufgenommen am 10.4.2012. Foto: Jens Kalaene Penderita autisme digambarkan ingin selalu menyendiri.
Rainer Döhle juga autis. Dia sudah dewasa ketika didiagnosa menderita sindrom Asperger, sebuah bentuk autisme yang tidak menunjukkan hambatan bahasa maupun kejiwaan. Rainer, 43 tahun, mengatakan, dalam rapornya selalu tercantum bahwa ia tidak mampu bersosialisasi dengan teman sekelasnya.
"Saya tidak pernah mengerti, bagaimana persahatan itu dan selalu senang jika dibiarkan sendiri dan dapat membaca," ujarnya. Rainer Döhle sekarang adalah pemimpin perhimpunan Aspies, organisasi bantuan terbesar bagi penderita autisme di Jerman.
Döhle sangat berbakat, menyenangi Geografi dan Sejarah yang dapat digunakannya secara konstruktif.
Sangat berbakat hingga amat terbelakang
Der Physiker und Nobelpreisträger Albert Einstein streckt die Zunge heraus (Archivfoto vom 18.04.1955). Dieses mittlerweile weltbekannte Foto verschickte der unkonventionelle Wissenschaftler gern als Gruß an seine Freunde. Aus Anlass des 100. Jubiläums der Formulierung der Relativitätstheorie steht das Jahr 2005 in Deutschland ganz im Zeichen des Physikers Albert Einsteins. Foto: Arthur Sasse dpa (nur sw, zu dpa-Themenpaket Mythos Einstein - Jahrhundertgenie verehrt wie kein zweiter Forscher vom 18.01.2005) +++(c) dpa - Bildfunk+++
pixel Pemenang hadiah Nobel Albert Einstein diindikasikan mengidap syndrom Asperger.
Ada penderita autis yang tidak pernah bisa belajar berbicara, sementara penderita lainnya pandai sekali berbicara. Ada yang gerakan motoriknya terganggu, sedangkan penderita lainnya dapat menggambar berjam-jam tanpa jeda.
Ada penderita autis yang kemampuan mengingatnya terbelakang dan ada yang ingatan angkanya luar biasa. Tetapi pada dasarnya, semua penyandang autis menunjukkan pola perilaku yang berulang dan sulit melakukan interaksi dengan orang lain.
"Autisme secara secara kualitatif sama dengan sindrom Asperger", demikian dijelaskan Sven Bölte, direktur Pusat bagi Gangguan Perkembangan Syaraf di Institut Karlinska Stockholm. "Kedua bentuk autisme itu berbeda dalam tingkat keparahan gejalanya," tambah Bölte.
Karena itu para pakar autisme saat ini berbicara tentang spektrum gangguan autisme yang dinilai berakar pada perkembangan sistem syaraf yang berbeda. Namun masih belum jelas, gangguan spesifik yang bagaimana yang terjadi pada perkembangan otak dan sistem syaraf.
Variasi ekstrem dari otak pria?
Diketahui bahwa penyandang autisme menunjukkan lebih rendahnya aktivitas di area otak yang bertanggung jawab terhadap pengolahan perasaan dan bahasa atau pengingatan kembali wajah. Namun aktivitas yang lebih kuat terlihat pada area pengolahan obyek dan identifikasi detil sebuah sistem.
Karena itu, periset autisme, Baron-Cohen berpendapat, penyandang autisme memiliki variasi ekstrem otak pria. Sebuah studi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat testosteron pada sebuah janin, semakin tinggi kemungkinan bayi nantinya menunjukkan sifat autis Demikian Baron-Cohen.
Selain itu, terkait unsur dopamin dan serotonin yang antara lain mengatur perasaan takut dan motivasi, otak penderita autis berbeda dari otak normal. Penelitian di Universitas Freiburg menunjukkan komunikasi antara neuron di otak penderita autis mengalami gangguan.
Faktor lingkungan dan risiko
Ultraschall/ultrasonic pregnant belly
ultraschall; ultraschalluntersuchung; frauenarzt; frauenärztin; gynäkologie; schwangerschaft; prävention; vorsorge; vorsorgeuntersuchung; pränataldiagnostik; diagnostik; arzt; doktor; medizin; healthcare; health; pregnancy; pregnant; belly; bauch; ultrasonic; monitor; fötus; embryo; mutter; kind; ärztlich; klinik; hospital; krankenhaus; arztpraxis; sicherheit; zukunft; wachstum; eltern Infeksi virus saat kehamilan bisa picu autisme pada bayi.
Sven Bölte juga mengatakan : "sebuah riset menunjukkan adanya hubungan antara autisme dan infeksi viral saat kehamilan". Juga obat tertentu yang digunakan sang ibu saat hamil, komplikasi saat melahirkan dan bahkan pencemaran lingkungan merupakan faktor risiko bagi autisme.
"Tapi risiko ini tidak berlaku bagi semua, karena munculnya autisme berbeda-beda secara individual dan mekanismenya cukup rumit", tambah Bölte.
Sampai sekarang, psikiater dan pakar ilmu syaraf masih menentukan autisme berdasarkan pengamatan perilaku yang sama dan berulang. Serta masalah interaksi sosial. Jadi penilaian yang masih tetap subyektif. Semakin rumit gambaran autisme yang dibuat pakar genetika, epidemilogi dan neurologi, juga semakin kabur kriteria yang disebut autisme.


sumber : klik disini

Tinggalkan Sebelum Terlambat 4 Kebiasaan Buruk Pemicu Diabetes

Makanan Serba Instan, Enak tapi Berbahaya
Di setiap artikel kesehatan, makanan instan selalu masuk ke dalam blacklist untuk tidak dikonsumsi. Bukannya diskriminatif, tapi memang benar ada alasannya kenapa itu harus dijauhi. Seperti mie instan yang termasuk karbohidrat sederhana sehingga sangat mudah meningkatkan kadar gula dalam darah dan berefek akan cepat mudah merasa lapar kembali. Begitu juga dengan snack yang digoreng, yang banyak mengandung radikal bebas. Di samping itu, proses penggorengan membuat sel darah merah menggumpal dan membuat tubuh kesulitan untuk mendistribusikan sel darah merah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Termasuk juga, burger dan hotdog, karena bahan dasar makanan tersebut, yaitu sosis dan burger patty, merupakan bahan makanan yang diawetkan. Nutrisionis Emilia Achmadi mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berani mengonsumsi makanan yang cepat diolah dan disantap ini. Jadi, mulailah bijak untuk memilih makanan mana yang enak tapi tak baik untuk tubuh, dan mana yang sehat.

Lupa kapan terakhir kali berolahraga
Tubuh diciptakan Tuhan untuk bergerak dan mengeluarkan keringat. Dr. Phaidon L. Toruan, praktisi gaya hidup sehat, menegaskan hal ini dengan menekankan olahraga sebagai sebuah kebutuhan, bukan tuntutan. Apalagi dalam kaitannya dengan kadar gula darah, gula disimpan di dalam sel lemak, kemudian di dalam sel lemak tersebut gula diubah menjadi lemak. Bila gula terus dibiarkan menumpuk, maka sel lemak akan bertambah besar, banyak, dan membuat tubuh gemuk. Bukan hanya bentuk tubuh yang berubah, namun kontrol gula darah pun ikut berantakan. Karena, kemampuan sel-sel otot di tubuh untuk menyerap glukosa menjadi terganggu dan membuat kadar pembakaran glukosa untuk menjadi energi baru terhambat. Olahraga untuk kesehatan sebenarnya tak mewajibkan yang rumit dan berbiaya mahal. Dengan rutin jogging selama 45 menit dalam tiga kali seminggu saja, kamu sebenarnya sudah meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak di pinggung, yang berefek pada membaiknya kadar gula dalam darah.

Hobi makan makanan manis
Hidangan pencuci mulut, tren cake yang bergulir bergantian, atau minuman bubble tea yang jadi perbincangan, adalah sebagian sumber gula yang berada di kehidupan sehari-hari. Sesekali mengonsumsinya, lalu diseimbangkan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat serta makanan berbahan dasar tepung terigu, boleh-boleh saja. Namun, apa jadinya tubuh ini kalau kamu dengan liberal mengonsumsi makanan serta minuman manis tersebut, tapi tak melakukan apa-apa untuk menghindarkan dirimu dari diabetes? Perlu diketahui, bahwa gula, terutama gula putih atau gula pasir, adalah jenis pemanis yang sangat jahat karena sangat cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula, pankreas akan bekerja semakin keras untuk menghasilkan insulin, hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh. Jika dalam sehari saja konsumsi gula yang harus distabilkan oleh pankreas sudah terhitung banyak, jangan terkejut kalau baru berusia 30 tahunan saja kamu sudah memiliki masalah dengan kadar gula karena organ tersebut bekerja terlalu keras selama ini dan produksi insulin yang menjadi “penawar” tak mencukupi kebutuhan. Mengerikan, bukan? Tapi, bukan berarti yang manis-manis tak bisa kamu nikmati lagi. Kamu hanya perlu mengganti pemanis yang biasanya dipilih dengan gula aren atau madu, karena kedua jenis pemanis tersebut diolah tubuh secara sederhana tanpa harus melibatkan kerja keras pankreas.

Stress…stress…stress
Istilah ini bukan kata asing lagi untuk siapa saja, apalagi bagi kamu yang menjalani multiperan sebagai istri, ibu, dan karyawati. Dianggap remeh, stress atau beban pikiran yang dibiarkan berlarut-larut, sebenarnya menimbulkan respons tubuh dengan memproduksi hormon stress, yaitu kortisol. Fungsi hormon ini adalah untuk memecah sumber energi  tubuh, otot, dan lemak, untuk diubah menjadi gula agar stress bisa teratasi. Nah, bisa disimpulkan dengan logika mudah, kalau semakin lama stress dibiarkan, maka akan semakin banyak kortisol diproduksi dan akhirnya menjadikan kadar gula meningkat. Solusi mengelola stress ada dua, yaitu psikis dan fisiologis. Secara psikis, stress yang sedang diderita dicari jalan pemecahannya dengan bantuan dari tenaga ahli atau kerabat dekat. Lalu, itu diimbangi secara fisiologis dengan berolahraga. Ketika berolahraga, tubuh yang bergerak lalu berkeringat itu akan membakar lemak, mengurangi beban tubuh, dan meningkatkan hormon endorphin yang berefek rileksasi dan mengurangi stress. Bisa dibilang, olahraga sebenarnya jadi obat untuk segala penyakit yang dilakukan oleh tubuhmu dan untuk kesehatanmu juga.



sumber : klik disini

Tomat Matang Ampuh Atasi Kanker Prostat

Ghiboo.com - Studi laboratorium menunjukkan sebuah nutrisi dalam tomat yang matang dipercaya bisa memperlambat pertumbuhan bahkan membunuh sel-sel kanker prostat.

Dr Mridula Chopra dan rekannya dari University of Portsmouth di Inggris menguji efek likopen (zat pigmen yang memberikan warna merah pada tomat) dalam sistem mekanisme perlawanan kanker yang sederhana.

Likopen sebenarmya banyak terdapat dalam sayuran dan buah berwarna merah, namun konsentrasi paling tinggi ditemukan dalam tomat.

Dr Chopra menemukan likopen mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan cara menghambat suplai darah yang merupakan 'makanan' sel kanker, sehingga bisa memperlambat pertumbuhan dan membunuh sel kanker.

Namun, Dr Chopra mengingatkan mekanisme perlawanan kanker ini hanya bisa dirasakan pada pengkonsumsian tomat yang matang. Selain itu, asupan likopen setiap orang mungkin berbeda-beda guna melawan kanker prostat.

Temuan yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition ini menjadi riset yang menindaklanjuti pada penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan adanya kenaikan signifikan dari likopen dalam sampel darah dan sperma setelah partisipan diminta untuk mengkonsumsi 400 gram (14 ons) tomat olahan selama dua minggu.

"Penelitian kecil ini tidak secara langsung mengatakan bahwa efek likopen mampu melawan kanker, tapi penelitian ini membantu kita untuk lebih mengerti mengenai bagaimana zat kimia berdampak pada formasi pembuluh darah," tuturnya, yang dikutip melalui the Telegraph, Rabu (1/2).


sumber